pengaruh asam pada karbohidrat
LAPORAN
PRAKTIKUM
“PENGARUH
ASAM PADA KARBOHIDRAT”
TUGAS MATA KULIAH BIOKIMIA
JurusanPeternakan
Program StudiProduksiTernak
Oleh
Septian
prastyo
C31120139
Dosen
Dr. Ir.
Rr. Merry Muspita DU,MP
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
POLITEKNIK
NEGERI JEMBER
2012
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Karbohidrat adalah polihidroksi aldehida atau keton
dengan rumus empirik (CH2O)n, dapat diubah menjadi aldehida dan keton dengan
cara hidrolisis.Fungsi karbohidrat yaitu, untuk sumber energi, pemanis pada
makanan, penghemat protein, pengatur metabolisme lemak, penawar racun, baik
untuk yang terkena konstipasi (sembelit), dan masih banyak lagi manfaat-manfaat
yang lainnya.Karbohidrat dengan zat tertentu akn menghsilkan warna tertntu yg
dapat dgunakan untk analisis kualitatif. Beberapa reaksi yg lebih spesifik dpt
membedakan golongan karbohidrat.Misalnya ketosa,pentosa,dan asam uronat dapat
dibedakan dari aldoheksosa karena reaksi dg golongan fenol akan menghasilkan
warna yg berbeda.Fenol yg sering dipakai adalah resorsinol,floroglusinol,dan
orsinol. Pada umumnya karbohidrat berbentuk kristal putih, larut sedikit
dalam pelarut organik, tetapi larut dalam air dengan baik, kecuali beberapa
polisakarida. Karbohidrat mempunyai beberapa sifat penting yakni dapat
beroksidasi, bereduksi, berkondensasi, berpolimerasi serta dapat membentuk
ikatan glikosida.
Semua jenis karbohidrat, baik monosakarida,
disakarida, maupun polisakarida akan berwarna merah-ungu bila bila larutannya
dicampur dengan beberapa tetes larutan alpha-naftol dalam alkohol dan
ditambahkan asam sulfat pekat, sehingga tidak bercampur. Warna ungu akan tampak
pada bidang batas antara kedua cairan. Sifat ini dipakai sebagai dasar uji
kualitatif adanya karbohidrat dalam suatu bahan dan dikenal dengan uji Molish.
Berbagai uji kualitatif dapat dilaksanakan untuk
menentukan kehadiran karbihidrat antara lain : Uji Molish, Uji bial, Uji
Seliwanof, Uji Barfoed, Uji antron, , Hidrolisa Polisakarida dan Uji Bial. Skema
identifikasi karbohidrat secara kualitatif dapat dilihat pada Ilustrasi
BAB II. METODOLOGI
1. Waktu dan Tempat
Praktikum
pengaruh asam karbohidrat ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Politeknik
Negeri Jember. Waktu yang di gunakan yaitu hari Senin 18 Maret 2013 mulai pukul
07.00 WIB sampai selesai.
1.3 Alat dan
Bahan
Alat yang digunakan adalah tabung reaksi sedang, pipet tetes, pemanas air (water buth),stiker stempel, rak tabung,
alat tulis.
Bahan yang digunakan adalah
Macam-macam
uji
·
uji molish
·
uji seliwanof
·
uji bial
·
uji antron
Larutan
·
Larutan naftol 5%
·
Larutan HCL 5 N
·
Larutan pentosa
·
Larutan H2SO4
·
Larutan risosenol
·
Larutan sacarida
Larutan
karbohidrat
·
Larutan glukosa
·
Larutan selulosa
·
Larutan pati
·
Larutan furfural
1.4 Metode
Uji molish dilakukan dengan cara mula-mula masukan tabung 1-4 dengan larutan
glukosa 1ml untuk tabung(1),selulosa 1ml untuk tabung(2),pati 1ml untuk tabung
(3) dan furfural 1ml untuk tabung (4) ,lalu tambahan pada masing larutan 1-4
dengan larutan naftol 5 % sebanyak 2
tetes .kemudian ambil sampel pada tabung
ke 3 dan tambahkan 3 ml larutan H2SO4 .Pengamatan : amati dan bandingkan
kecepatan perubahanya
Uji seliwanoff dilakukan dengan cara mencampurkan larutan glukosa 2 ml untuk
tabung ke 1 dan larutan fruktosa untuk tabunbg ke 2 dengan larutan HCL 5N
sebanyak 2 ml,celupkan ke dalam air mendidih atau panaskan ke dalam (water bath)
lalu dinginkan dan kemudian tambahkan dengan 0,5 ml larutan risosinol (dikocok)
pengamatan :amati warna perubahan warna yang terjadi
Uji bial dilakukan
dengan cara tabung yang berisi 2 ml larutan pentosa
masing-masing a dan b ,kemudian tambahkan pereaksi bial 5ml dengan celupkan dalam air mendidih 110
menit (water bath) .pengamatan : amati perubahan warna yang terjadi
Uji
antron dilakukan dengan cara mencampurkan tabung 1 dan tabung 2 dengan pereaksi
antron ,pada tabung 3 tanpa pereaksi antron ,kemudian ambil sampel tabung 1 dan
3 dengan ditambahkan larutan H2SO4 O,O2 ml serta tambahkan juga larutan
sacarida 0,01 ml.pada tabung 2 hanya ditambahkan larutan H2SO4 tanpa larutan
sacarida.pengamatan :amati perubahan warnanya
BAB
III .TABEL HASIL PENAGMATAN
1.5
Hasil Uji Molich (Praktikum Ke-1)
No Tabung
|
Larutan Zat
|
Larutan Naffol 5%
|
Larutan
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
1 ml Glukosa 0,02 M
|
2 tetes
|
3 ml
|
Lapisan pertama = ungu
Lapisan kedua=ungu kehitaman
Lapisan ketiga= ungu kemerahan
Lapisan keempat=munculnya cincin
berwarna ungu
|
2
|
1 ml selulosa 0,01 M
|
2 tetes
|
3 ml
|
Lapisan pertama = putih keruh
Lapisan kedua= terdapat cincin ungu
Lapisan ketiga=putih bening
|
3
|
1 ml larutan Pati 0,07 %
|
2 tetes
|
3 ml
|
Lapisan pertama = putih keruh terdapat cincin
Lapisan kedua= ungu terdapat cincin
Lapisan ketiga=putih bening
|
4
|
1 ml fruktosa 0,01 M
|
2 tetes
|
3 ml
|
Lapisan pertama = coklat muda
Lapisan kedua= coklat pekat
Lapisan ketiga=coklat bening
|
1.6
Hasil Uji Siliwarl ( Praktikum Ke-2 )
No Tabung
|
Larutan Zat
|
Larutan Hcl5N
|
Larutan Resorsinal 0,5%
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
2 ml Glukosa 0,02 M
|
2 ml
|
0,5 ml
|
Tidak ada perubahan warna
|
2
|
1 ml fruktosa 0,01 M
|
2 ml
|
0,5 ml
|
Terjadi ada perubahan
|
1.7
Hasil Uji Bial ( Praktikum Ke-3 )
Nomor Tabung
|
Larutan zat
|
Larutan Px
Bial
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
Pentosa A 2 ml
|
5 ml
|
Terjadi perubahan menjadi merah
kecoklatan
|
2
|
Pentosa B 2 ml
|
5 ml
|
Terjadi perubahan menjadi biru
kehijauan
|
1.8
Hasil Uji Antron( Praktikum Ke-4)
No tabung
|
Larutan antron
|
Larutan
|
Larutan salarida
|
Hasil pengamatan
|
1
|
2 ml
|
0,2 ml
|
5 ml
|
Kuning ada endapan
|
2
|
2 ml
|
0,2 ml
|
-
|
Kuning bening
|
3
|
-
|
0,2 ml
|
5 ml
|
Putih bening
|
BAB IV .PEMBAHASAN
Pada
umumnya karbohidrat merupakan zat padat berwarna putih yang sukar larut dalam
pelarut organik tetapi larut dalam air (kecuali beberapa polisakarida). Pada
praktikum ini membahas mengenai uji pengaruh keasaman karbohidrat diantaranya
yaitu uji molisch,uji bial, uji seliwanoff,uji antron. Masing-masing uji
pengaruh keasaman karbohidrat dapat dijelaskan berikut ini.
·
Hasil
Uji Molisch
Dari
hasil praktikum uji molish dengan pengujian tbung 1-4 Uji terdiri dari larutan
fruktosa,glukosa,pati,fulfural.uji Molisch digunakan untuk menidentifikasi
apakah suatu zat mengandung karbohidrat. menambahkan dua tetes pereaksi molisch
pada larutan uji dan ditambahkan H2SO4 pekat perlahan-lahan pada dinding tabung
sampai terbentuk cincin berwarna ungu.Apabila suatu larutan uji menunjukkan
adanya cincin berwarna ungu, maka larutan uji tersebut positif mengandung
karbohidrat. Pereaksi molisch yang terdiri dari a-naftol dalam alkohol akan
bereaksi dengan furfural tersebut membentuk senyawa kompleks berwarna ungu.hasil
data yang didapat yaitu munculnya cincin ungu pada tabung 1-3.sehingga dapat
dinyatakan postif karena Uji ini bukan uji spesifik untuk karbohidrat,
walalupun hasil reaksi yang negatif menunjukkan bahwa larutan yang diperiksa
tidak mengandung karbohidrat. Warna ungu kemerah-merahan menyatakan reaksi
positif, sedangka warna hijau adalah negatif.Pada uji Molisch, semua zat uji
adalah termasuk karbohidrat.
·
Hasil
uji bial
Pada
praktikum ini terdapat 2 tabung yang masing-masing berisi pereaksi bial yang
ditambah larutan pentosa yang dibedakan dengan larutan pentosa A dan B
.kemudian di panaskan di air mendidih,selama
10 menit.perubahan warna pada pentosa A (tabung 1)yaitu warna biru pekat.pada
pentosa B (tabung 2) yaitu warna biru kehitaman.jika dalam kurung waktu 10
menit.larutan pentosa terdapat warna hijau berati bisa dikatakan Timbulnya
endapan dan larutan berwarna Hijau menandakan adanya Pentosa
·
Hasil
uji seliwanoff
Dalam praktikum ini dilakukan untuk membuktikan adanya kentosa
(fruktosa).Percobaan ini dilakukan dengan memasukkan larutan gula yang
ditamabah larutan HCL 5N (2ML) ke dalam tabung reaksi,kemudian dipanaskan
kedalam water buth selama 30 menit lalu didinginkan didalam suhu lab,atau
dimasukan kedalam air ,lalu ditambahkan L.resisenol (0,5 ml) dikocok.warna yng
didapat tetap bewarna putih yang seharusnya merah muda pada tabung ke 2(glukosa).Hanya
seliwanofflah yang bisa membuktikan adanya fruktosa dalam suatu bahan. Pecobaan
ini telah sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa dehidrasi fruktosa oleh HCL
pekat menghasilkan hidroksifurfural dan dengan penambahan resorsinol akan
mengalami kondensasi membentuk senyawa kompleks berwarna oranye/merah muda
·
Hasil uji antron
Dalam praktikum ini terdapat 3
tabung pada tabung 1 larutan antron di tambahkan larutan H2SO4(0,02ml) warna
masih tetap tidak ada perubahan.kemudian ditambahkan larutan sacarida warna
menjadi kuning keruh.pada tabung ke 2 larutan hanya ditambah dengan larutan
H2SO4(0,02ml) tidak ada perubahan warna atau masih tetap .pada tabung ke 3
campuran larutan H2SO4 dengan larutan sacarida hasilnya tidak ada perubahan
warna .Uji ini sangat sensitif sehingga juga dapat menimbulkan hasil positif
jika dilakukan pada kertas saring yang mengandung Selulosa.
BAB V. KESIMPULAN
Berdasarkan
praktikum yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa pengaruh keasaman
karbohidrat dapat dilahat melaui uji
Molisch,uji
bial,uji seliwanoff,uji antron.
Pada uji molish
uji Molisch digunakan untuk
menidentifikasi apakah suatu zat mengandung karbohidrat. menambahkan dua tetes
pereaksi molisch pada larutan uji dan ditambahkan H2SO4 pekat perlahan-lahan
pada dinding tabung sampai terbentuk cincin berwarna ungu.
Pada
uji bial
Uji
ini memanaskan didalam air panas waktu 10 menit.larutan pentosa terdapat warna
hijau berati bisa dikatakan Timbulnya endapan dan larutan berwarna Hijau
menandakan adanya Pentosa
Pada
uji seliwanoff
Uji seliwanofflah
yang bisa membuktikan adanya fruktosa dalam suatu bahan.namun dalam praktikum
ini tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan literatur ,kemungkinan
disebabkan karena adanya prosedur atau penyebab suhu
Pada uji antron
Pada uji ini
tidak ada perubahan warna atau masih tetap .adanya kesalahan dalam
pengujian.namun Uji ini sangat sensitif sehingga juga dapat menimbulkan hasil
positif jika dilakukan pada kertas saring yang mengandung Selulosa.
Tugas pertanyaan :
1
pada uji seliwanoff dan uji bial diperlukan panas
untuk mengetahui terjadinya perubahan warna.sedangkan uji molish dan uji antron
tidak dilakukan ?
2
jelaskan prinsip-prinsip dasar yang terjadi pembeda
tempat pengujian yang
dilakukan ?
jawab :
1
karena pada setiap pengujian ini laruatan seliwanof
dehidrasi fruktosa oleh HCL pekat menghasilkan hidroksifurfural dan dengan
penambahan resorsinol akan mengalami kondensasi membentuk senyawa kompleks.
Sehingga Sukrosa yang mudah dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa akan
memberikan reaksi positif sedangkan pada uji larutan bial konversi gula ribosa
didalam keadaan panas dan asam menjdi senyawa furfural yang kemudian bereaksi
,dengan orisenol dan mengeluarkan warna hijau.karena pada uji antron dan uji
molish .menambahkan larutan H2SO4 sebanyak H2SO4(0,02ml).sehingga
pada uji ini akan menimbulkan reaksi panas pada campuran
dalam
tabung yang menyebabkan perubahan warna pada masing-masing larutan
2
prinsip pengujian ini untuk mendeteksi adanya pengaruh
asam karbohidrat pada setiap larutan sehingga menghasilkan warna ungu dan merah
yang bisa disebabkan oleh faktor suhu dan pereaksi yang digunakan .karena Pada umumnya karbohidrat
berbentuk kristal putih, larut sedikit dalam pelarut organik, tetapi larut
dalam air dengan baik, kecuali beberapa polisakarida. Karbohidrat mempunyai
beberapa sifat penting yakni dapat beroksidasi, bereduksi, berkondensasi, berpolimerasi
serta dapat membentuk ikatan glikosida.



makasih..infonya sangat membantu
BalasHapuswah.....ada litertur baru ni...terimakasih atas informasinya
BalasHapuswaah... bagus
BalasHapuspas aat aq btuh m laporan ttg ini...
trims...