PENGETAHUAN BAHAN PAKAN TERNAK
LAPORAN PRAKTIKUM
“KECERNAAN
PADA AYAM”
TUGAS MATA KULIAH
PENGETAHUAN BAHAN PAKAN
TERNAK

Jurusan Peternakan
Program Studi Produksi Ternak
Oleh
Septian prastyo
Dosen
Dr. Ir. Rr. Merry Muspita DU,MP
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2013
PENDAHULUAN
BAB I
PENDAHULUAN
1. Landasan teori
Keberhasilan produksi dari peternakan
ayam sebagian besar ditentukan oleh faktor pakan, karena biaya ini mengambil
bagian terbesar dari seluruh biaya produksi 60 % sampai 70 % , untuk memperoleh
hasil yang menguntungkan perlu penggunaan pakan yang murah tetapi tetap
memperhatikan kualitas dan kuantitas pakan,berbafgai jenis pakan dapat
ditentukan pada suatub penelitian lebih lanjut sehingga kebutuhan ternak baik
untuk hidup pokok maupun produksi dapat terpenuhi.selain murah harganya dan
mudah didapat. Salah satu bahan pakan yang memenuhi kriteria.
Potensi dan
kegunaan suatu bahan pakan dalam menyediakan zat
makanan bagi ternak dapat ditentukan melalui analisis kimia. yang meliputi analisis proksimat.tetapi masih
pula harus dipertimbangkan pula nilai pemanfaatannya,
karena nilai sesungguhnya bahan pakan dicerminkan dari bagian yang hilang
setelah melalui proses pencernaan, penyerapan dan metabolisme. Oleh karenanya
bagian bahan pakan maupun zat makanan yang hilang setelah pencernaan urgen
sifatnya untuk diketahui.
Suatu batasan
istilah mengenai( Digestibility) adalah daya cerna didasarkan atas suatu asumsi bahwa
nutrien yang tidak terdapat di dalam feses adalah habis dicerna dan diabsorpsi.
Suatu percobaan pencernaan dikerjakan dengan mencatat jumlah pakan yang
dikonsumi dan feses yang dikeluarkan dalam suatu hari (Tillman et al.,1991)
Biasanya daya cerna dinyatakan dalam bahan kering dan apabila dinyatakan dalam persentase
disebut koefisien cerna. Pencernaan pakan merupakan
suatu rangkaian proses yang terjadi pada pakan selama berada didalam saluran
pencernaan sampai memungkinkan terjadinya suatu penyerapan. Untuk penentuan
kecernaan dari suatu pakan maka harus diketahui terlebih dahulu dua hal yang
penting yaitu; jumlah nutrien yang terdapat dalam pakan dan jumlah nutrien yang
dapat dicerna yang dapat diketahui bila pakan telah mengalami proses
pencernaan.
feses adalah suatu sisa hasil dari
penyerapan zat-zat gizi yang diserap oleh tubuh dengan jumlah yang tinggal dalam tubuh hewan atau
jumlah dari zat-zat makanan yang dicerna dapat pula disebut koefisien cerna.dalam
Faktor-faktor yang mempengaruhi daya cerna bahan pakan adalah tingkat suhu, laju perjalanan melalui alat
pencernaan, bentuk fisik dari pakan,penanganan bahan pakan, komposisi ransum pengaruh perbandingan zat
BAB II
HASIL DATA PENGAMATAN
1.
Tabel
hasil data pengamatan feses
·
Berat
wadah = 1,1 gram
Bahan
pakan
|
Kode
|
Berat
|
BK
(%)
|
Rata
- rata
|
|
Basah
(gram)
|
Kering
(gram)
|
||||
BR
1
|
1.1
|
62,0
|
9,0
|
14,8
|
16,2
|
1.2
|
76,7
|
12,7
|
16,8
|
||
1.3
|
40,6
|
6,7
|
17,0
|
||
Jagung
|
2.1
|
41
|
5,6
|
14,0
|
14,8
|
2.2
|
29,1
|
4,6
|
16,4
|
||
2.3
|
26,0
|
3,5
|
14,0
|
||
BKK
|
3.1
|
63,7
|
7,6
|
12,1
|
15,2
|
3.2
|
84,2
|
10,5
|
12,6
|
||
3.4
|
55,7
|
11,4
|
20,9
|
||
Sparator
|
4.2
|
24,8
|
5,1
|
21,5
|
23,0
|
4.4
|
36,8
|
7,8
|
21,8
|
||
4.5
|
32,6
|
8,1
|
25,7
|
||
Hasil Perhitungan(BK) bahan pakan
Bahan kering (%) BR 1
Rumus :
BK =
× 100%
Kode 1.1 : BK =
× 100% =
=
14,8%
Kode 1.2 : BK =
=
× 100% = 16,8%
Kode 1.3 : BK =
= 
Jadi BK rata-rata BR 1 =
=
%
Bahan kering (%) Jagung
Rumus :
BK =
× 100%
Kode 2.1 : BK =
× 100% =
=
14,0%
Kode 2.2 : BK =
=
× 100% = 16,4%
Kode 2.3 : BK =
= 
Jadi BK rata-rata Jagung =
=
%
Bahan kering (%) BKK
Rumus :
BK =
× 100%
Kode 3.1 : BK =
× 100% =
=
12,1%
Kode 3.2 : BK =
=
× 100% = 12,6%
Kode 3.4 : BK =
= 
BK rata-rata BKK =
=
%
Bahan kering (%) sparator
Rumus :
BK =
× 100%
Kode 4.2 : BK =
× 100% =
=
21,5%
Kode 4.4 : BK =
=
× 100% = 21,8%
Kode 4.5 : BK =
= 
BK rata-rata Sparator =
=
%
2.
Tabel
hasil data pengamatan bahan pakan
Bahan
pakan
|
Berat
cawan
|
Berat
sampel
|
Berat
setelah di oven
|
BK
(%)
|
BR
1
|
12,0169
|
1,6303
|
13,5416
|
93,5
|
Jagung
|
12,9959
|
1,7175
|
14,5492
|
90,5
|
BKK
|
12,8611
|
1,7727
|
14,4733
|
90,9
|
Sparator
|
13,7117
|
1,6989
|
15,2824
|
92,5
|
Perhitungan :
Rumus
Bahan Kering
BK
= 
Berat Kering bahan pakan
BR 1
BK =
= 
Berat Kering bahan pakan
Jagung
BK =
= 
Berat Kering bahan pakan
BKK
BK
=
= 
Berat Kering bahan pakan
Sparator
BK =
= 
3.
Perhitungan
Kecernaan (%)
Rumus :
KCBK =
= 
·
KCBK(%) BR 1
KCBK
=
=
= 79,66%
·
KCBK
(%) jagung
KCBK
=
=
= 89,87%
·
KCBK
(%) BKK
KCBK
=
=
= 77,67%
·
KCBK
(%) Sparator
KCBK
=
=
= 84,93%
BAB IV
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
Suatu batasan
istilah mengenai( Digestibility) adalah daya cerna didasarkan atas suatu asumsi bahwa
nutrien yang tidak terdapat di dalam feses yang sudah dicerna dan diabsorpsi.Kecernaan bahan kering adalah suatu pakan yang telah dioven dan dikeringkan sampai memiliki berat yang
konstan.Kecernaan bahan kering di ukurun tuk mengetahui jumlah zat makanan yang
diserap oleh tubuh ternak
Pada praktikum
ini dilakukan dengan cara rancangan perlakuan secara urut artinya pada
perlakuan praktoikum menggunakan 5 sampel sebagai uji kecernaan ternak (unggas) dan
dengan pemberian bahan pakan yang diberi perlakuan berbeda dengan memberikan pakan jenis yang berbeda pula
yaitu BR1 untuk kelompok 1, jagung untuk kelompok 2, bungkil kedelai untuk
kelompok 3 dan sparator untuk kelompok 4. Dari hasil percobaan didapatkan prosentase tertnggi
yaitu jagung yang memiliki daya cerna paling tinggi
adalan pakan jagung yang memiliki presentase KCBK : 89,87% dan prosentase terendah
adalah pakan BKK yang memiliki presentase KCBK : 77,67%
Daya cerna jagung sangat tinggi karena serat kasar yang
terkandung dalam jagung rendah sekitar 2% Selain itu jagung memiliki kandungan atau kadar
air yang cukup tinggi di bandingkan bungkil kedelai, BR1,dan sparator. Kadar
airnya yang tinggi memiliki arti bahwa
bahan kering yang terkandung didalamnya terendah di bandingkan dengan pakan
yang lain.Karena banyaknya zat-zat yang dapat diserap atau di cerna oleh tubuh
ayam meyebabkan rata-rata feses yang dikeluarkan akan sedikit yang menandakan
koefisien cernanya sangat tinggi.
Jagung adalah penyusun utama dari
suatu formulasi pakan jadi yang mempunyai kandungan energy metabolisme (ME) sebesar 3430 kkal/kg,lemak
3,9%,serat kasar 2%,kalsium 0,02%,fosfor 0,3% dan energy tercerna (DE) yang
baik. Hal ini yang juga dapat menyebabkan daya cerna jagung pada unggas
monogastrik tinggi.
Separator merupakan limbah dari hasil penggilingan padi menjadi
beras, limbah berupa kulit padi yang teksturnya halus (dedak) yang masih
terdapat sedikit prosentase butiran yang mengandung banyak beras protein,karbohidrat sehingga pakan tersebut masih
memiliki kandungan nutrien yang cukup tinggi untuk diserap tubuh memiliki
koefisien cerna yang mempunayai prosentase kedua karena bahan pakan tersebut karena mempunyai daya serat yang tinggi.
BR1 merupakan pakan jadi hasil
produksi perusahaan pakan ternak memiliki nutrisi yang lebih rendah dari pada jagung dan sparator.Kontrol / BR1 (crumble) merupakan pakan jadi yang mempunyai
kandungan EM (energi
metabolisme) sekitar 3075,54 kkal/kg, protein sekitar 23%, SK (serat kasar) ±
4%, lemak sekitar 5%, Ca 0,9% dan P 0,7%. selain itu bahan kering yang terkandung
di dalamnya cukup tinggi sehingga memperlambat proses pencernaan dan
metabolismenya,
bungkil kedelai (BKK) mempunyai kandungan
protein ± 42,7% dengan kandungan energi metabolisme sekitar 2240 Kkal/Kg,
kandungan serat kasar dalam bungkil kedelai yaitu sekitar 6%.. Hal ini yang menyebabkan BR1 dan
bungkil kedelai memiliki koefisien daya cerna yang rendah di tandai dengan
banyaknya feses yang di keluarkan (sedikit nutrient yang di serap).
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang
telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa :
1.
Keberhasilan produksi dari peternakan
ayam sebagian besar ditentukan oleh faktor pakan, karena biaya ini mengambil
bagian terbesar dari seluruh biaya produksi 60 % sampai 70 % , untuk memperoleh
hasil yang menguntungkan perlu penggunaan pakan yang murah tetapi tetap
memperhatikan kualitas dan kuantitas pakan
2. faktor
yang mempengaruhi daya cerna pakan diantaranya adalah komposisi zat makanan
yaitu serat kasar. Serat kasar yang terlalu tinggi akan mengurangi konsumsi
dari nutrien yang tercerna
3.
dari hasil
percobaan(jagung,BKK,separator,BR 1) daya cerna yang berbeda perlakuan ternyata jagung memiliki prosentase
tetinggi karena memiliki presentase serat kasar yang paling rendah yaitu 2,0%.
Dan menjadikan bahan pakan jagung memiliki kualitas yang paling tinggi sebagai
pakan broiler jika dibandingkan dengan bahan pakan yang ada(BR1, BKK dan
separator)


sip coy
BalasHapusartikelnya josssss
BalasHapus